Pelatihan Kewirausahaan Jahe Merah (artikel ilmiah)

Abstrak:
Potensi kewilayahan Indonesia yang besar hingga saat ini belum termanfaatkan secara maksimal. Begitu pula dengan potensi kekayaan sumbe daya hayatinya, termasuk tanaman obat-obatan dan herbal. Jahe Merah, salah satu dari sekian banyak tanaman obat yang bisa hidup subur di Indonesia, dimana memiliki nilai medis yang tinggi, juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi pula. Keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya minat untuk membudi dayakan Jahe Merah serta kurangnya informasi terkait pemasaran Jahe Merah menjadi beberapa permasalahan yang harus segera dicari solusiya. Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk Pelatihan Kewirausahaan melalui Budi Daya Jahe Merah ini, diharapkan dapat menjadi solusi dan meminimalisir beberapa permasalahan terkait minat dan motivasi menanam dan membudidayakan, hingga permasalahan pemasaran Jahe Merah. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat seperti ini pula diharapkan permasalahan terkait ketersediaan tanaman obat keluarga, ketergantungan terhadap obatobat medis, hingga terciptanya pengusaha-pengusaha baru dalam bidang produk herbal bisa teratasi.

Kata kunci: Kewirausahaan, Pengabdian Kepada Masyarakat, Pelatihan, Jahe Merah

Simpulan:
Pelaksanaan PKM Pelatihan Kewirausahaan melalui Budi Daya Tanaman Obat Jahe Merah bagi Warga di Kecamatan Jatinangor, dengan peserta pelatihan berasal dari perwakilan pengurus PKK se-Kecamatan Jatinangor, tidak ckup dilaksanakan dalam satu kali pelatihan, perlu dilakukan pelatihan-pelatihan sejenis juga pelatihanpelatihan lanjutan dengan materi yang beragam, sehingga peserta pelatihan dapat terus meng-update pengetahuan tentang budi daya tanaman herbal Jahe Merah dari perspektif yang berbeda-beda. Pengayaan wawasan melalui pelatihan seperti ini, dapat meningkatkan kesadaran, minat, serta motivasi untuk menggeluti budi daya tanaman herbal Jahe Merah, tidak hanya sebagai upaya penyediaan tanaman obat bagi kebutuhan keluarga, tetapi juga sebagai sebuah upaya aleternatif dalam menambah penghasilan bagi keluarga dalam konsep membangun kewirausahaan sebagai upaya membantu program pemerintah dalam menciptakan pengusahapengusaha baru demi tercapainya negara yang makmur.

Link artikel lengkap: http://jurnal.unpad.ac.id/pkm/article/view/19654/9636

Peningkatan Kapasitas Tokoh Masyarakat (artikel ilmiah)

Abstrak:
Partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa tidak hanya dilakukan pada tahap pelaksanaannya saja namun perlu dimulai sejak perencanaan pembangunan dilakukan. Kapasitas tokoh masyarakat selaku aktor yang menjadi representasi dari warga masyarakat akan menentukan kontribusi mereka dalam merumuskan rencana pembangunan. Tulisan ini mendeskripsikan hasil dari kajian peningkatan kapasitas tokoh masyarakat dalam perencanaan partisipatif pembangunan desa. Kajian dilakukan di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran melalui kegiatan pelatihan yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat dari kalangan aparat desa, ketua RW, kepala dusun, anggota BPD, serta dari masyarakat umum. Aspek-aspek kapasitas aktor dikaji berdasarkan unsurunsur dari prinsip-prinsip dalam pelaksanaan perencanaan partisipatif yaitu: kedekatan, kesetaraan, komitmen, kejujuran, objektivitas, dan lokalitas masalah. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pada unsur kedekatan masih ada keraguan terhadap pemikiran orang lain. Meskipun sikap menghargai orang lain bisa ditunjukkan, namun dalam proses diskusi masih terjadi upaya mendominasi pihak lain. Para tokoh dapat menerima keputusan kolektif dengan disertai keterbukaan akan sikap pribadinya. Dalam melihat realitas, para tokoh masih cenderung subjektif sesuai kepentingannya, meskipun mereka sudah dapat membatasi masalah pada tingkat lokal. Kata kunci: perencanaan, partisipasi, pembangunan desa, tokoh masyarakat

Kata Kunci: perencanaan, partisipasi, pembangunan desa, tokoh masyarakat

Simpulan:
Penggunaan teknik NGT memberikan kesadaran akan perlunya memperhatika pemikiran dan pendapat orang lain. Hal ini dapat mendorong warga masyarakat untuk mendapatkan kesempatan berpartisapasi dalam perencanaan pembangunan secara lebih aktif. Namun dalam prosesnya masyarakat di Desa Kondangjajar, khususnya para tokoh masyarakat cenderung untuk mengembangkan komunikasi dalam pengambilan keputusan secara verbal. Meskipun dalam aspek kedekatan diantara tokoh masyarakat sangat dekat, namun masih ada keraguan terhadap pemikiran orang lain. Sikap menghargai orang lain bisa ditunjukkan, namun dalam proses diskusi masih terjadi upaya mendominasi. Para tokoh dapat menerima keputusan kolektif dengan disertai keterbukaan akan sikap pribadinya. Dalam melihat realitas para tokoh masih cenderung subjektif sesuai kepentingannya meskipun mereka sudah dapat membatasi masalah pada tingkat lokal.

Full artikel, klik link ini: http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/14465/10360

Logo Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM)


Logo ini merupakan identias dari organisasi pengelola jurnal perguruan tinggi se-Indonesia bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang kemudian disingkat APJKM. 

logo ini terdiri dari unsur logogram (bentuk grafis, warna, komposisi) dan logotype (typografi huruf, baik ukuran (font size) maupun jenis huruf (type)). Logogram diwakili oleh bentuk: manusia yang merepresentasikan ilmuwan (mengenakan toga, sebagai simbol insan cendekia/akademisi), buku, dan pena. Unsur warna yang diwakili oleh warna HITAM, EMAS, dan HIJAU LAUT (sea green). Logotype direpresentasikan oleh tulisan: ASOSIASI JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, AJPKM, dan Siar Abdi Ilmuwan.

Secara umum, logo ini merepresentasikan identitas resmi organisasi pengelola jurnal ilmiah di Indonessia yang bernama AJPKM, dimana makna yang terkandung di logo ini adalah sebuah usaha (ikhtiar) dari pada ilmuwan (Indonesia) untukmembuat sebuah wadah organisasi silaturahmi yang bertujuan untuk menyiarkan ilmu pengetahuan, baik yang sudah dimilikinya maupun yang sedang dicarinya (melalui penelitian-penelitian ilmiah), untuk kemaslahatan umat manusia dan alam beserta seluruh isinya. 

Logo ini di launching bersamaan dengan pelantikan Dewan Pengawas dan Pengurus Pusat AJPKM pada acara National Mini Symposium 2019: Community Engagement and Lauching of Community Engagement Journal Association in Indonesia, tanggal 21 Agustus 2019 di Depok, Jawa Barat.

Lebih lengkap tentang logo APJKM, logo APJKM.pdf, atau klik logo APJKM.cdr.

Tentang Pemilik Blog


Ipit Zulfan

Lahir di Kabupaten Bandung, 9 Jul1 1975. Jenjang pendidikan dasar dan menengah diselesaikannya di Kabupaten Bandung, SDN 1 Angkasa Lanud Sulaiman dan SMPN 8 Bandung (kini berganti menjadi SMPN 1 Bandung). Sempat mengikuti jenjang sekolah agama (madrasah Ibdtidaiyah 4 tahun). Tahun 1991, Selepas SMP, melanjutkan studi ke SMAN 5 Bandung. Cita-citanya untuk menjadi seorang arsitek dan pekerja seni harus kandas setelah beberapa kali ikut tes masuk ke Arsitektur ITB dan FSRD ITB berakhir gagal ... ga jodoh kali yeee... Tahun 1995, akhirnya studi berlanjut di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dengan mengambil jurusan Jurnalistik. Tempat studi terakhir ini kemudian menjadikan almamaternya ini sebagai tempat untuk mengabdi sebagai staff pengajar di Program Studi Ilmu Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadajaran, sejak tahun 2005. Perjalanan studi tidak berakhir di jenjang S1. Jenjang S2 Magister Ilmu Komunikasi diselesaikannya tahun 2009, dan kini sedang dalam proses melanjutkan studi di Pascasarjana Fikom Unpad jenjang S3. Semoga jenjang studi formal S3 bisa berlangsung lancar dan selesai tahun 2022 kelak. Aamiin.

Kerja mencari uang, sudah dilakukan semenjak masih di bangku sekolah. Masih hangat diingatan ketika harus menebalkan muka -karena ga suka berjualan, maluuuuu... duh..., berjualan mainan anak-anak kampung, dari mulai berbahan kertas, hingga bambu, bahkan sempet juga jualan anak-anak kampung dulu dari bahan busi bekas, obat mentol (orang sejaan saya pasti tahu apa itu obat mentol), baud bekas, tali rafia untuk ekor busi dan karet, biasanya dari karet ban nekas sepeda yang digunting. Jualan layang-layang juga pernah. alat sulap instan dari karton, ketepel, kolecer, hingga jualan es mambo pernah dilakoni, demi sepeser uang jajan ... coba kalo ditabung, ga dijajanin.. hahaha.. udah jadi orang kaya, kayaknya.. tapi alhamdulillah.. 

Hobi menggambar (yang menyebabkab ngebet banget pengen jadi arsitektur atau seniman) ternyata membawa cerita lain. Semenjak SMA, ikut organisasi siswa unit Rancang Bangun atau anak-anak SMA dulu bilangnya anak2 RB. Pekerjaannya? ya nyeket gambar panggung, arena bazaar, persiapan MPAKS 5, Pesta Pelajar Hai (PPH) meskipun gagal digelar, bikin stiker (juga dijualin), nyablon, graffiti, hingga belajar corelDraw dan photoshop. kini pekerjaannya tidak jauh dari hobi menggambarnya. Berbekal pengetahuannya dalam hal software Adobe (Photoshop, Illustratos, Indesign) dan CorelDraw, jadilah hobi menggambar dan obsesi menjadi arsitek yang ga kesampaian menjadi dasar pekerjaan tetap yang dipilih. 

Sebelum menjadi seorang pengajar tetap di Prodi Jurnalistik Fikom Unpad, untuk mata kuliah Rekabentuk Media, Komunikasi Grafis yang kemudian berubah menjadi Komunikasi Visual, Fotografi (kini ketiganya dilebur menjadi mata kuliah Jurnalisme Visual), Jurnalisme dan Kewirausahaan, dan Jurnalistik Konvergensi, setelah lulus S1 sempat bekerja di bagian Advertising and Promotions di salah satu mall terbesar di Kota Bandung, Bandung Supermall yang sekarang berubah nama menjadi Trans Studio Mall. Kemudian berpindah ke salah satu Clothing company/Distribution Store Ouval Research kini menjadi SCH, juga beberapa pekerjaan freelancer lainya, ya sebagai freelance designer. karya yang banyak dibuat diantaranya berupa poster, infografis, majalah, buku, materi presentasi, bahkan hingga kini masih dijaani. 

Kesehariannya kini, selain sebagai bekerja sebagai staf pengajar di Prodi Jurnalistik Fikom Unpad, dimana kewajibannya tidak hanya mengajar, tapi juga melakukan berbagai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, membimbing mahasiswa, juga masih aktif sebagai Kepala Laboratorium Fotografi yang sudah dijabatnya sejak tahun 2010. Selain menjadi freelanc designer, juga mencoba membangun kran rejeki lain di bidang entrepreneurship. Beberapa yang sedang dijalankan dan dikembangkan diantaranya Cenel Aura Media yang bergerak dala bidang grafis, percetakan dan penerbitan, lalu Jualan Bandung yang bergerak dalam bidang jual beli, Travellover bergerak dalaam jasa travel, serta bersama istri di rumah mengembangkan Bekal Pagi Bekal Sehat yang bergerak dalam bidang katering makanan dan minuman. Semua itu dilakukan semata-mata karena hobi juga untuk memenuhi kewajiban untuk 2 bos kecil di rumah, Izri dan Zhya. 

Tidak ada hal yang menyenangkan selain mengerjakan hobi yang menghasilkan penghasilan. Alhamdulillah.

Google Scholar:
https://scholar.google.com/citations?authuser=2&user=CnATdEcAAAAJ

Pengelola Jurnal:
http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/about/editorialTeam
http://jurnal.unpad.ac.id/pkm/about/editorialTeam
http://jurnal.unpad.ac.id/kajian-jurnalisme/about/editorialTeam

Tentang karya, klik: http://anyflip.com/bookcase/curs


Pelatihan Kewirausahaan Jahe Merah (artikel ilmiah)

Abstrak: Potensi kewilayahan Indonesia yang besar hingga saat ini belum termanfaatkan secara maksimal. Begitu pula dengan potensi kekayaan ...

Tentang Ipit Zulfan